10 Tips Untuk yang Hobi Foto – Foto
Berikut ini adalah 10 tips tentang bagaimana cara agar mendapatkan hasil foto yang optimal. Artikel ini saya dapatkan dari majalah CE (Computer Easy) edisi 9 September 2004 dan beberapa pengalaman yang saya alami ketika menjadi fotografer di CV. Jatigrafis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
1. Snapshot dengan kecepatan maksimal
Fotografi digital memiliki berbagai aspek positif. Namun ada kekurangannya, yaitu ketika sedang mengabadikan objek bergerak. Kekurangan ini terletak pada tenggang waktu pemotretan, yaitu ketika tombol ditekan sampai pencahayaannya timbul. Tenggang waktu ini bisa berlangsung sekitar satu detik, tergantung model kamera. Penyebabnya yaitu keepatan pemfokusan objek yang rendah dan penyesuaian komponen-komponen kamera seperti penutup objek, chip recording, dan sensor.
Solusi : Arahkan kamera, tekan tombol setengah penuh dan tahan sampai kamera mencari setting fokus secara otomatis dengan indikasi tAnda fokus berwarna hijau. Selanjutnya Anda tinggal menunggu saat yang tepat. Kemudian tekan tombol lebih dalam lagi dan snapshot (pengambilan gambar) akan berhasil dengan waktu yang tepat. Dianjurkan juga menonatifkan LCD karena hanya akan memperlambat kecepatan kinerja kamera.
2. Pencahayaan
Apakah warna pada foto-foto Anda tampak pucat? Pastilah Anda mengambilnya pada saat terik matahari. Sinar matahari menghasilkan kontras warna yang sangat tinggi, sehingga tingkat keaslian warna terabaikan. Keuntungan pengambilan gambar pada siang hari adalah pengambilan gambar tidak akan terganggu oleh gangguan bayangan.
Solusi : Tingkat pencahayaan yang paling baik yaitu ketika matahari baru beranjak naik (pagi hari) dan menjelang matahari terbenam (sore hari). Saat-saat tersebut merupakan saat-saat emas untuk pemotretan. Jika muncul matahari pagi atau matahari sore dalam obyeknya, maka akan memberikan kesan hangat. Efek ini akan memberikan kesan luas dengan atmosfer yang diperlukan pada pemotretan pemAndangan alam dan hasilnya pun akan indah.
3. Pengaturan white balance secera manual
Setiap sumber cahaya memperkuat warna-warna tertentu saja. Jika obyeknya disinari dengan lampu pijar, maka akan terbentuk sebuah garis berwarna biru. Jika obyek yang akan difoto disinari dengan sinar lilin maka hasilnya akan tampak berwarna merah. Semua ini disebut dengan temperatur warna dengan satuan derajat Kelvin (K). Tingkat kerenggangan temperatur warna ini bervariasi antara 1.000 derajat K (disebut juga dengan cahaya lilin) sampai dengan 16.000 K (sinar matahari). Untuk meminimalkan gangguan warna, semua kamera digital menggunakan white balance / keseimbangan putih (pengaturan warna putih). Otomatis untuk menyesuaikan dengan warna aslinya. Masalahnya adalah kamera digital tidak selalu dapat menemukan settingan yang tepat. Hal ini terjadi terutama pada penggabungan cahaya, yaitu ketika obyek disinari dari berbagai sumber cahaya.
Solusi : Daripada Anda melakukan pekerjaan tambahan lagi, sebaiknya Anda memutuskan menggunakan salah satu settingan tambahan. Dengan demikian white balance-nya akan disesuaikan tepat dengan foktor cahaya yang dominan. Sebagian besar kamera bagi pemula, terdapat setting “Daylight”, “cahaya buatan”, dan “cahaya lampu”. Alternatif lain, adalah Anda men-setting secara otomatis tingkat warna putih, sebagi contoh dapat digunakan kertas berwarna putih. Sebaiknya kertas tersebut juga mendapatkan cahaya kurang lebih sama dengan sumber cahaya obyek yang akan difoto.
4. Jangan lupa Tripod
Belum pernah ada fotografer profesional yang tidak merasa terganggu ketika memotret sambil bergerak. Terutama untuk pengambilan Macro dan pemotretan pada malam hari.
Solusi : Sebaiknya Anda menggunakan sebuah tripod untuk memposisikan kamera Anda. Tripod sudah diatur sedemikian rupa sehingga bautnya pas untuk semua jenis kamera.
5. Update Firmware
Update untuk hardware dan software PC adalah hal biasa. Update juga ditawarkan oleh produsen kamera digital untuk produk mereka dengan nama Firmware.
Solusi : Anda masuk ke homepage produsennya, tetapi lebih baik jika Anda ikut berlangganan mailing-list sehingga Anda akan memperoleh informasi yang teratur tentang semua update terbaru. Jika terdapat update untuk kamera Anda, download ke PC Anda dan ikuti petunjuk instalasinya. Anda dapat mengisntall Firmware yang baru dengan bantuan memori card atau langsung dari PC Anda. Tergantung model kamera yang Anda miliki.
6. Baterai dan memory
Anda tentu tidak ingin, pada saat Anda mendapatkan obyek yang sempurna dan tinggal menekan tombol kamera saja, tiba-tiba baterainya habis atau memorinya penuh.
Solusi : Sebelum pemotretan, sebaiknya Anda menyediakan cadangan baterai dan satu memory card. Memang tidak murah tapi paling tidak Anda tidak akan kehilangan momen-momen sempurna.
7. Kualitas yang sesuai
Pemilik kamera digital dengan resolusi 5 Megapixel atau lebih boleh merasa bangga akan kemampuan kameranya. Namun, hasil foto dengan resolusi tertinggi dan kualitas tertinggi (Raw-Mode), besar file nya bisa membengkak dan akan banyak memakan space memory.
Solusi : Sebelum Anda melakukan pemotretan, sebaiknya anda rencanakan terlebih dahulu untuk apa foto-foto tersebut. Rencanakan juga proses akhirnya, apakah dicetak atau hanya ditampilkan di layar monitor. Jika hanya untuk ditampilkan di internet, sebaiknya pilih kualitas biasa- biasa saja. Namun, bila anda ingin mencetaknya, pilih kualitas terbaik yang bisa diproduksi oleh kamera anda.
8. Flash yang tepat
Flash biasanya digunakan untuk pemotretan pada malam hari. Pada kamera untuk pemula, cahaya flash cenderung langsung diarahkan pada obyeknya. Hal ini akan berdampak pada kualitas yang kurang bagus.
Solusi : Aturan penting pencahayaan flash yaitu : flash tidak boleh langsung diarahkan ke obyeknya, karena akan menimbulkan perbedaan tingkat pencahayaan yang kurang baik. Kamera mahal memiliki lampu flash yang dapat dimiringkan, sehingga obyek tidak akan terkena cahaya secara langsung. Alternatif lain yaitu menggunakan sehelai kertas putih dengan kemiringan 45 derajat dan diketakkan dibawah area sorotan lampu sehingga cahaya flash akan terbelokkan.
9. Efek mata merah
Jika seorang dipotret, seringkali matanya akan berwarna merah. Penyebabnya adalah cahaya flash yang dipantulkan oleh pembuluh darah yang berada di belakang jaringan kornea.
Solusi : Kamera modern menawarkan berbagai variasi pencahayaan flash. Salah satunya yaitu “Red Eye Reduction”. Sebelum cahaya flash utama dipancarkan, terlebih dahulu dipancarkan beberapa cahaya pendek. Hal ini menyebabkan mata seseorang terbiasa dengan cahaya flash dan efek mata merah akan dieliminasi secara keseluruhan.
10. Menentukan setting ISO yang optimal
Ada sebuah aturan lama untuk fotografi analog. Untuk peotretan dengan pencahayaan langsung, digunakan film dengan tingkat sensitivitas ISO 100, sedangkan untuk suasana berkabut digunakan ISO 200. Kamera digital juga memiliki juga memiliki beberapa modifikasi ISO yang kebanyakan berada antara ISO 100 sampai ISO 1000 pada settingan awal, biasanya Auto-Mode sudah aktif. Namun setting ini memberikan hasil yang kurang memuaskan karena jika sensor kamera dalam keadaan tidak menentu, secara otomatis akan memilih tingkat sensitivitas cahaya tinggi, diamana hal tersebut tidak diharapkan.
Solusi : Sebaiknya anda atur sendiri tingkat sensitivitas ISO dari kamera secara manual. Sebaiknya memilih tingkatan yang paling rendah (ISO 100), kamera akan memberikan hasil yang terbaik. ISO tinggi akan dianjurkan jika anda berada pada situasi kurang cahaya dan tanpa flash. Dan jangan lupa, mengubah ISO akan berdampak juga pada lampu flash-nya. Semakin tinggi nilai ISO, maka makin jauh cahaya flashnya.
Berikut ini adalah 10 tips tentang bagaimana cara agar mendapatkan hasil foto yang optimal. Artikel ini saya dapatkan dari majalah CE (Computer Easy) edisi 9 September 2004 dan beberapa pengalaman yang saya alami ketika menjadi fotografer di CV. Jatigrafis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
1. Snapshot dengan kecepatan maksimal
Fotografi digital memiliki berbagai aspek positif. Namun ada kekurangannya, yaitu ketika sedang mengabadikan objek bergerak. Kekurangan ini terletak pada tenggang waktu pemotretan, yaitu ketika tombol ditekan sampai pencahayaannya timbul. Tenggang waktu ini bisa berlangsung sekitar satu detik, tergantung model kamera. Penyebabnya yaitu keepatan pemfokusan objek yang rendah dan penyesuaian komponen-komponen kamera seperti penutup objek, chip recording, dan sensor.
Solusi : Arahkan kamera, tekan tombol setengah penuh dan tahan sampai kamera mencari setting fokus secara otomatis dengan indikasi tAnda fokus berwarna hijau. Selanjutnya Anda tinggal menunggu saat yang tepat. Kemudian tekan tombol lebih dalam lagi dan snapshot (pengambilan gambar) akan berhasil dengan waktu yang tepat. Dianjurkan juga menonatifkan LCD karena hanya akan memperlambat kecepatan kinerja kamera.
2. Pencahayaan
Apakah warna pada foto-foto Anda tampak pucat? Pastilah Anda mengambilnya pada saat terik matahari. Sinar matahari menghasilkan kontras warna yang sangat tinggi, sehingga tingkat keaslian warna terabaikan. Keuntungan pengambilan gambar pada siang hari adalah pengambilan gambar tidak akan terganggu oleh gangguan bayangan.
Solusi : Tingkat pencahayaan yang paling baik yaitu ketika matahari baru beranjak naik (pagi hari) dan menjelang matahari terbenam (sore hari). Saat-saat tersebut merupakan saat-saat emas untuk pemotretan. Jika muncul matahari pagi atau matahari sore dalam obyeknya, maka akan memberikan kesan hangat. Efek ini akan memberikan kesan luas dengan atmosfer yang diperlukan pada pemotretan pemAndangan alam dan hasilnya pun akan indah.
3. Pengaturan white balance secera manual
Setiap sumber cahaya memperkuat warna-warna tertentu saja. Jika obyeknya disinari dengan lampu pijar, maka akan terbentuk sebuah garis berwarna biru. Jika obyek yang akan difoto disinari dengan sinar lilin maka hasilnya akan tampak berwarna merah. Semua ini disebut dengan temperatur warna dengan satuan derajat Kelvin (K). Tingkat kerenggangan temperatur warna ini bervariasi antara 1.000 derajat K (disebut juga dengan cahaya lilin) sampai dengan 16.000 K (sinar matahari). Untuk meminimalkan gangguan warna, semua kamera digital menggunakan white balance / keseimbangan putih (pengaturan warna putih). Otomatis untuk menyesuaikan dengan warna aslinya. Masalahnya adalah kamera digital tidak selalu dapat menemukan settingan yang tepat. Hal ini terjadi terutama pada penggabungan cahaya, yaitu ketika obyek disinari dari berbagai sumber cahaya.
Solusi : Daripada Anda melakukan pekerjaan tambahan lagi, sebaiknya Anda memutuskan menggunakan salah satu settingan tambahan. Dengan demikian white balance-nya akan disesuaikan tepat dengan foktor cahaya yang dominan. Sebagian besar kamera bagi pemula, terdapat setting “Daylight”, “cahaya buatan”, dan “cahaya lampu”. Alternatif lain, adalah Anda men-setting secara otomatis tingkat warna putih, sebagi contoh dapat digunakan kertas berwarna putih. Sebaiknya kertas tersebut juga mendapatkan cahaya kurang lebih sama dengan sumber cahaya obyek yang akan difoto.
4. Jangan lupa Tripod
Belum pernah ada fotografer profesional yang tidak merasa terganggu ketika memotret sambil bergerak. Terutama untuk pengambilan Macro dan pemotretan pada malam hari.
Solusi : Sebaiknya Anda menggunakan sebuah tripod untuk memposisikan kamera Anda. Tripod sudah diatur sedemikian rupa sehingga bautnya pas untuk semua jenis kamera.
5. Update Firmware
Update untuk hardware dan software PC adalah hal biasa. Update juga ditawarkan oleh produsen kamera digital untuk produk mereka dengan nama Firmware.
Solusi : Anda masuk ke homepage produsennya, tetapi lebih baik jika Anda ikut berlangganan mailing-list sehingga Anda akan memperoleh informasi yang teratur tentang semua update terbaru. Jika terdapat update untuk kamera Anda, download ke PC Anda dan ikuti petunjuk instalasinya. Anda dapat mengisntall Firmware yang baru dengan bantuan memori card atau langsung dari PC Anda. Tergantung model kamera yang Anda miliki.
6. Baterai dan memory
Anda tentu tidak ingin, pada saat Anda mendapatkan obyek yang sempurna dan tinggal menekan tombol kamera saja, tiba-tiba baterainya habis atau memorinya penuh.
Solusi : Sebelum pemotretan, sebaiknya Anda menyediakan cadangan baterai dan satu memory card. Memang tidak murah tapi paling tidak Anda tidak akan kehilangan momen-momen sempurna.
7. Kualitas yang sesuai
Pemilik kamera digital dengan resolusi 5 Megapixel atau lebih boleh merasa bangga akan kemampuan kameranya. Namun, hasil foto dengan resolusi tertinggi dan kualitas tertinggi (Raw-Mode), besar file nya bisa membengkak dan akan banyak memakan space memory.
Solusi : Sebelum Anda melakukan pemotretan, sebaiknya anda rencanakan terlebih dahulu untuk apa foto-foto tersebut. Rencanakan juga proses akhirnya, apakah dicetak atau hanya ditampilkan di layar monitor. Jika hanya untuk ditampilkan di internet, sebaiknya pilih kualitas biasa- biasa saja. Namun, bila anda ingin mencetaknya, pilih kualitas terbaik yang bisa diproduksi oleh kamera anda.
8. Flash yang tepat
Flash biasanya digunakan untuk pemotretan pada malam hari. Pada kamera untuk pemula, cahaya flash cenderung langsung diarahkan pada obyeknya. Hal ini akan berdampak pada kualitas yang kurang bagus.
Solusi : Aturan penting pencahayaan flash yaitu : flash tidak boleh langsung diarahkan ke obyeknya, karena akan menimbulkan perbedaan tingkat pencahayaan yang kurang baik. Kamera mahal memiliki lampu flash yang dapat dimiringkan, sehingga obyek tidak akan terkena cahaya secara langsung. Alternatif lain yaitu menggunakan sehelai kertas putih dengan kemiringan 45 derajat dan diketakkan dibawah area sorotan lampu sehingga cahaya flash akan terbelokkan.
9. Efek mata merah
Jika seorang dipotret, seringkali matanya akan berwarna merah. Penyebabnya adalah cahaya flash yang dipantulkan oleh pembuluh darah yang berada di belakang jaringan kornea.
Solusi : Kamera modern menawarkan berbagai variasi pencahayaan flash. Salah satunya yaitu “Red Eye Reduction”. Sebelum cahaya flash utama dipancarkan, terlebih dahulu dipancarkan beberapa cahaya pendek. Hal ini menyebabkan mata seseorang terbiasa dengan cahaya flash dan efek mata merah akan dieliminasi secara keseluruhan.
10. Menentukan setting ISO yang optimal
Ada sebuah aturan lama untuk fotografi analog. Untuk peotretan dengan pencahayaan langsung, digunakan film dengan tingkat sensitivitas ISO 100, sedangkan untuk suasana berkabut digunakan ISO 200. Kamera digital juga memiliki juga memiliki beberapa modifikasi ISO yang kebanyakan berada antara ISO 100 sampai ISO 1000 pada settingan awal, biasanya Auto-Mode sudah aktif. Namun setting ini memberikan hasil yang kurang memuaskan karena jika sensor kamera dalam keadaan tidak menentu, secara otomatis akan memilih tingkat sensitivitas cahaya tinggi, diamana hal tersebut tidak diharapkan.
Solusi : Sebaiknya anda atur sendiri tingkat sensitivitas ISO dari kamera secara manual. Sebaiknya memilih tingkatan yang paling rendah (ISO 100), kamera akan memberikan hasil yang terbaik. ISO tinggi akan dianjurkan jika anda berada pada situasi kurang cahaya dan tanpa flash. Dan jangan lupa, mengubah ISO akan berdampak juga pada lampu flash-nya. Semakin tinggi nilai ISO, maka makin jauh cahaya flashnya.
Komentar
Posting Komentar