Perubahan DiriSetiap manusia dalam perjalanan hidupnya pasti pernah mengalami pasang surut mental, mental yang dimaksud disini adalah semangat atau motivasi dalam hidup. Terkadang kita sangat bersemangat terkadang juga merasa bosan, jenuh, malas dan lain sebagainya. Semua hal itu pasti terjadi dalam diri kita. Pada tulisan ini akan membahas tentang hal-hal yang mempengaruhi perubahan diri pada seorang manusia. Dan pada tulisan ini juga akan dibahas tentang cara-cara melakukan perubahan diri menuju individu yang lebih baik, serta dibahas juga 'resep-resep' agar terhindar dari perubahan diri yang tidak baik. Tulisan ini memang bukan sebuah karya tulis yang sudah teruji kebenarannya namun tulisan ini hanyalah berisi tentang pengalaman penulis yang berhubungan dengan perubahan diri.
Bicara tentang perubahan, sebenarnya apa yang dimaksud dengan perubahan? ada yang berubah, dia telah berubah, status berubah, dan lain-lain sebenarnya apa perubahan itu?. Arti menurut kamus perubahan adalah : hal (keadaan) berubah; peralihan; pertukaran, dalam hal ini adalah yang berhubungan dengan diri manusia. Sedangkan arti "diri" menurut kamus adalah : orang seorang (terpisah dari yang lain). Jadi perubahan diri adalah sebuah peralihan pada diri seseorang atau individu yang menghasilkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya pada diri seseorang atau individu itu. Dalam pembahasan kali ini berhubungan dengan akhlaq atau kebiasaan atau sesuatu yang sudah sering kita lakukan.
Dalam memahami perubahan diri kita juga harus memahami hal-hal apa saja yang mempengaruhi diri seseorang bisa berubah. Untuk kasus ini ada 2 hal yang mempengaruh, yaitu : lingkungan sekitar dan diri sendiri. Penjelasan selengkapnya sebagai berikut :
- Lingkungan Sekitar
- Diri Sendiri
Selanjutnya proses terjdinya perubahan diri itu dimulai dari terjadinya sebuah perilaku. Pada umumnya seseorang bertindak, berperilaku, berakhlaq didasari oleh sesuatu yang sudah biasa terjadi, atau mengikuti kebiasaan orang sekitar, tradisi, dan budaya yang ada di lingkungannya. Tidak masalah jika sesuatu yang biasa itu adalah benar. Menjadi masalah jika sesuatu yang biasa itu adalah salah. Hal itu terjadi karena tidak adanya kesadaran diri dalam bertindak, berperilaku, dan berakhlaq. Artinya orang bertindak tidak dipikirkan terlebih dahulu dia hanya mengikuti naluri, kebiasaan, tradisi yang sudah ada. Kita seringkali mengalami hal yang seperti itu. Jika 'tanaman nilai' yang kita terima adalah sebuah kebiasaan, jika hasrat kita harus dipenuhi, apakah kita tidak mempedulikan sebuah kebenaran?. Sebaiknya dalam menentukan tindakan, perilaku, akhlaq kita harus berpikir terlebih dahulu, kita memiliki hasrat apa, dan tanaman nilai apa saja yang kita dapat apakah itu banyak kebaikannya atau keburukannya? Jadi perubahan diri memang ditentukan oleh kita sendiri. Kalaupun ada 'tembok penghalang' dari usaha kita merubah diri kita menjadi lebih baik maka hancurkan terlebih dahulu tembok itu.
Jika kita sadar telah memiliki perilaku yang tidak baik, segeralah kita merubahnya, sebelum merubahnya kita harus menyelesaikan masalah yang menghambat perubahan diri kita menjadi lebih baik. Berikut beberapa tips agar dapat mengidentifikasi masalah yang menghambat perubahan diri kita :
- Renungan
Coba renungkan kapan pertamakali mengalami masalah itu, apa pemicunya, ketika apa saja anda mengalami masalah itu.
- Tanya orang-orang terdekat
Tanyai orang-orang terdekat anda, tentang bagaimana perilaku anda kepada mereka. Baik dan buruknya.
Dan jika masalah sudah ditemukan langkah selanjutnya adalah agar kita terhindar dari perilaku atau akhlaq yang tidak baik. Berikut ini triknya :
- Berpikir sebelum bertindak
- Membuat akhlaq tandingan yang berlawanan dengan akhlaq buruk
- Kontrol akhlaq, tiap harinya kita sudah berbuat baik / buruk berapa kali
- Masuk pada lingkungan yang dapat membantu tumbuhnya akhlaq baik
- Sabar, dalam menjalani perubahan menjadi lebih baik memang banyak cobaannya
- Evaluasi perkembangan akhlaq kita
Kesimpulan :
Dalam diri manusia selalu ditanami nilai-nilai dari lingkungannya entah itu nilai yang baik atau buruk, namun diri manusia memegang kendali penuh terhadap mana yang akan dia pilih. Semua tergantung dari kesadaran diri bagaimana menentukan yang terbaik yaitu yang benar.
Terima kasih.....
(Y)
BalasHapusSippp mas..,
makasih ya....
Hapusada banyak orang-orang disekitarku yang jadi inspirasiku untuk menulis.... kamu termasuk salah satunya