Pengusaha VS Pengemis (part 1)

Berbicara tentang pengusaha dan pengemis seperti dua hal yang saling bersinggungan, jika dipikir lebih dalam keduanya bisa diartikan sama atau bahkan sangat berbeda. Bagaimana hal itu bisa terjadi? berikut ini penjelasannya :

Pengusaha sama dengan Pengemis
  • Persamaan yang pertama diantara keduanya terlihat dari tulisannya, yaitu sama-sama berawalan "peng-".
  • Persamaan yang kedua adalah sama-sama memiliki pelanggan.
  • Persamaan yang ketiga adalah yang paling mencolok yaitu caranya mendekati/menarik pelanggan. Berikut ini penjelasannya :
Jika pengemis original pastinya memelas demi mendapat 'simpati' atau belas kasihan dari para 'pelanggannya', dia akan menggunakan berbagai cara agar terlihat memelas, sengsara, dan layak untuk diberi oleh para 'pelanggannya'. Dan yang pasti tujuannya adalah agar para 'pelanggan' merasa iba dan akhirnya membantu dengan memberikan uang atau barang atau bantuan lainnya. Cara pengemis biasanya memperlihatkan anggota tubuhnya diamputasi, bahkan diperlihatkan boroknya (padahal kelihatan jorok bin jijai), membawa anak kecil yang nangis terus yang katanya belom makan/minum, dan masih banyak lagi.

Itu tadi cara 'pengemis original', lain lagi dengan pengusaha yang sama dengan pengemis atau dengan kata lain 'pengemis imitasi'. Yah, seperti namanya 'imitasi' pasti mengadopsi dari cara kerja yang 'original', tidak jauh beda dari versi aslinya, 'pengemis imitasi' memang 'selangkah lebih maju' karena 'pengemis imitasi' ini menggunakan fasilitas sedikit lebih baik daripada versi aslinya, seperti memiliki stok barang yang akan dijual, memiliki karyawan, memiliki perhitungan untung dan rugi, tapi sekali lagi yang namanya 'imitasi' pasti mengadopsi dari versi aslinya, cara kerja 'pengemis imitasi' ini hampir sama dengan yang asli, yaitu pastinya menarik para pelanggannya dengan memelas demi mendapat 'simpati' atau belas kasihan. Cara 'pengemis imitasi' biasanya tidak merawat stok barang dagangannya dan membiarkan para pelanggan mengetahuinya, dengan harapan mendapat rasa iba kemudian membelinya. Ada juga dengan cara membiarkan para marketing 'berpenampilan seperti pengemis original', harapannya pun sama agar mendapat rasa iba dari pelanggan kemudian membeli produknya.

Cara lainnya jika 'pengemis imitasi' ini bergerak di bidang jasa adalah dengan membiarkan pekerjaannya terbengkalai dengan berbagai alasan seperti, kasihan paaaakkk.... teknisinya sakit belum makan sampe' seminggu, jadi belum sempet nyelesaikan kerjaanya, atau kasihan paaaakkk... kemaren alat kerjanya dicuri orang jadi gak sempet nyelesaikan kerjaanya, atau kasihan paaaakkkkk.... teknisi yang berangkat ke tempat bapak ditilang polisi jadi gak bisa ngerjakan sekarang, dan masih banyak alasan lagi, dan sekali lagi harapannya pun sama agar mendapat rasa iba dari pelanggan kemudian memakai jasanya.

Nah, itulah sekelumit persamaan antara pengusaha dan pengemis atau bisa disebut persamaan antara pengemis original dan pengemis imitasi. Dan yang menjadi permasalahan sekarang adalah apa perbedaan antara pengemis original dan pengusaha original?. Itu akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Terima kasih atas keluangan waktunya untuk sekedar membaca dan mengomentari tulisan ini. Sekali lagi terima kasih, wassalamu'alaikum

Komentar

  1. pengemis dengan pengusaha sama - sama berusaha untuk menjalani kehidupan

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat, memang keduanya sama-sama berusaha menjalani kehidupan, namun jika cara yang digunakan sama, itu patut dipertanyakan statusnya...

      Hapus

Posting Komentar